Ini Cara PDAM Tirta Dukung Bogor Jadi Smart City

pojoksatuid/indolinear.com
Selasa, 19 September 2017

Indolinear.com, Bogor – PDAM Tirta Pakuan melakukan digitalisasi dokumen menggunakan sistem canggih, yakni Geographic Information System untuk mengatasi masalah teknis. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira.

Dalam bahasa Indonesia sistem tersebut disebut Sistem Informasi Geografis (SIG). Yakni perangkat yang mampu menganalisis masalah spasial secara otomatis, teliti dan cepat.

Rino mengatakan SIG didesain untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisis objek dan fenomena. Di mana lokasi geografis merupakan karakteristik penting untuk dianalisis.

“Dalam SIG objek ditentukan oleh posisi objek (x dan y). Dan akan berkaitan langsung dengan atribut tematik serta data lainnya,” terangnya.

Hal tersebut tentunya untuk keperluan analisis masuk ke dalam database. Ia menerangkan, hampir semua ilmu yang bekerja dengan informasi ke ruangan memerlukan SIG. Seperti bidang pertanian, kehutanan, perikanan, tambang, lingkungan, transportasi, perkotaan dan lainnya.

“Di berbagai negara maju SIG diterapkan di bidang sosial, marketing, logistik, antropologi dan juga perbankan,” ucapnya.

SIG juga, kata dia, dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Seperti menganalisa perhitungan tentang skala prioritas untuk perbaikan pengaliran, penggantian pipa dan juga nilai capital dan operasional.

Maka dari itu, berbekal pengetahuan selama kunjungan di Belanda, ia yakin PDAM Tirta Pakuan harus menerapkan sistem tersebut.

“Tujuannya untuk mendukung program Kota Bogor sebagai smart city,” jelasnya.

Menurutnya, SIG dapat dimanfaatkan untuk SKPD lain. Seperti PUPR, BAPEDDA, Disdukcapil, BPPT, Dispenda, dan BPKAD. Dalam hal ini, ia menyampaikan PR pengguna yakni menjaga dan merawat data-data yang ada agar terus berkembang berdasarkan situasi nyata.

Sebab, GIS memerlukan kedisiplinan, tentunya tidak memanipulasi data yang dimasukkan. Karena, lanjutnya, jika salah akan salah juga saat pengambilan keputusan dari permasalahan tekni di lapang.

“Saya yakin GIS dapat diimpelemntasikan dengan baik. Tentunya dengan dukungan semua pihak, khususnya karyawan PDAM,” pungkasnya. (Gie)