Hari Literasi Zaki Meminta Generasi Muda Biasakan ke Perpustakaan

kabar6com/indolinear.com
Jumat, 14 September 2018

Indolinear.com, Kab. Tangerang – Hari Literasi Internasional dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 8 September 2018 sejak tahun 1966.

Hari Literasi mengingatkan masyarakat dunia untuk secara aktif memobilisasi masyarakat Internasional dan untuk mempromosikan keaksaraan untuk memberdayakan individu, Komunitas, dan masyarakat.

Menurut Bupati Tangerang terpilih, Ahmed Zaki Iskandar, literasi atau keaksaraan sangat penting dibiasakan pada masyarakat, terutama di era generasi milenial saat ini.

“Generasi milenial memiliki peran penting dalam pembangunan sebuah negara, dengan memperbanyak literasi, pengetahuan generasi muda akan lebih luas,” ujarnya, dilansir dari Kabar6.com (13/09/2018).

Zaki menuturkan, perpustakaan merupakan salah satu sumber literasi yang ada saat ini. Jika dilihat dari perkembangannya, lanjut Zaki, saat ini minat baca generasi milenial belum begitu tinggi.

“Sebenarnya literasi bisa didapatkan dari mana saja, namun Perpustakaan merupakan salah satu sumber peradaban dimana berbagai literasi tersimpan rapi, tugas pemerintah lah menata perpustakaan agar lebih menarik minat generasi milenial untuk mau datang dan membaca,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan membaca, dengan banyaknya generasi milenial yang membaca terutama di perpustakaan, dapat pula menjadi dasar berkembangnya literasi baru yang tercipta.

“Bagaimana seseorang bisa menulis jika dia tidak lebih dahulu membaca? Untuk itu, perpustakaan merupakan sebuah hal yang penting untuk diperhatikan,” ujarnya.

Ia berharap, para generasi milenial dapat terus meningkatkan kegemaran membaca, baik itu melalui buku elektronik, di Perpustakaan, di Toko Buku, maupun dimana saja.

“Membaca harus dijadikan kebiasaan, generasi milenial harus terbawa membaca, menelaah apa yang dibaca, dan menulis kembali apa yang diketahui,” ujarnya.

Selain itu, Zaki mengungkapkan akan memaksimalkan dinas terkait apabila telah menjalankan kembali roda pemerintahan di Kabupaten Tangerang. Nantinya, berbagai program untuk memberantas buta aksara akan menjadi fokus utama.

“Beberapa program diantaranya, taman baca di setiap desa dan perpustakaan keliling juga yang telah terjadwal melayani masyarakat disetiap kecamatan akan menjadi program yg kita unggulkan untuk mensukseskan gerakan literasi Nasional,” ujarnya.

Ia pun berharap, masyarakat Kabupaten Tangerang terus berkeinginan untuk mengentaskan buta aksara. Pasalnya, keinginan dan kemauan masyarakat untuk belajar merupakan faktor utama dalam pengentasan buta aksara di Kabupaten Tangerang.**Baca juga: PT DI Serahkan Pesawat CN295 ke Dirpoludara di Pamulang.

“Data tahun lalu sekitar 11 ribu warga yang buta aksara sebagian besar sudah berusia lanjut, faktor kemiskinan semakin memperparah keadaan karena warga lebih memilih mencari nafkah ketimbang harus belajar lagi, untuk itu saya ingatkan kembali, belajar tidak terbatas pada usia, dengan belajar kita bisa mengetahui lebih banyak hal,” tandasnya. (Uli)

%d blogger menyukai ini: