Harga Kedelai Naik Pengrajin Tempe Di Tigaraksa Memperkecil Ukuran

kabar6com/indolinear.com
Kamis, 13 September 2018

Indolinear.com, Kab. Tangerang – Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika membuat pengrajin tempe di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, resah.

Tingginya, harga kedelai dipasaran membuat hasil produksi merosot. Tak urung para pengarajin tempe mensiasati dengan mengurai ukurna tempe dibanding biasanya.

Pengrajin tempe di Kampung Ranca Sadang, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, kian resah dengan labilnya harga jual tempe di pasaran saat ini, dilansir dari Kabar6.com (12/09/2018).

Sebab, bahan baku yang digunakan para pengrajin tempe mengandalkan kedelai impor yang harganya terus melonjak.

Bila sebelumnya, dalam sehari pengrajin tempe bisa memproduksi hingga enam karung kedelai. Namun, kini hanya bisa 3 sampai 4 karung saja.

Hal itu sejak naiknya harga kedelai menjadi hingga Rp735.000 dan diperkirakan bakal tembus di angka Rp783.035, dari sebelumnya yang hanya Rp650.000 per kwintal.

Wasdari, soerang pengarajin tempe di Tigaraksa mengatakan, kondisi itu memaksa dirinya untuk mencari akal agar bisa tetap bertahan.

“Terpaksa sekarang tempe buatannya diperkecil ukurannya, agar pembeli tidak kabur karena harganyanya yang tinggi,” ujar Wasdari.

Para pengrajin tempe berharap, pemerintah bisa segera menstabilkan harga kedelai yang kini sudah terlanjur naik. (Uli)

%d blogger menyukai ini: