Fakta Mata Hari Intel Seksi yang Mengaku Putri Jawa

liputan6com/indolinear.com
Sabtu, 11 Agustus 2018

Indolinear.com, Jakarta – Seratus tahun lalu, pada 15 Oktober 1917, hidup Mata Hari tamat di depan 15 algojo tembak di Prancis. Sebutir peluru menghujam jantungnya, satu peluru lainnya lalu ditembakkan dari telinga, menembus tengkorak. Salah satu mata-mata paling terkenal dalam sejarah itu tewas pada usia 41 tahun. Jasadnya berakhir di meja praktek fakultas kedokteran.

Mata Hari malang melintang di dunia spionase pada era Perang Dunia I. Dengan modal wajah eksotis, tubuh semampai, dan keterampilan menari yang dipelajarinya saat berada di Hindia Belanda (kini Indonesia), ia memikat para pria kelas atas Eropa.

Berawal dari penari telanjang, perempuan bernama asli Margaretha Geertruida ‘Grietje’ Zelle itu kemudian menjadi mata-mata. Dia punya hubungan intim dengan pejabat militer, politisi, dan orang-orang berpengaruh, bahkan jadi ‘simpanan’ putra mahkota Jerman saat itu. Koneksinya ini memungkinkan dia bepergian melintasi batas-batas negara.

Namun, peruntungan perempuan asal Belanda itu berakhir pada 13 Februari 1917. Kala itu, Mata Hari dicokok aparat Prancis. Tuduhannya, agen ganda.

“Saya tidak bersalah,” kata Mata Hari saat diinterogasi. “Seseorang sedang mempermainkan saya –kontra spionase Prancis. Saya sedang dalam tugas mata-mata dan saya bertindak hanya berdasarkan dalam perintah itu,” kata dia, seperti dimuat laman www.mata-hari.com.

Pembelaannya mentah. Intel dengan reputasi erotis itu lalu diadili dengan dakwaan menjadi mata-mata Jerman dan bertanggung jawab atas kematian 50.000 tentara. Dia diputus bersalah dan divonis mati.

Meski sudah seabad berlalu sejak kematiannya, Mata Hari tak lantas terlupakan. Kisahnya terus hidup, meski orang tak bisa membedakan mana fakta dan fiksi. Misalnya, ia mengaku seorang ‘putri Jawa’, yang lahir dari sosok panindita (orang suci dalam ajaran Hindu), dan dilatih seni tari yang sakral pada usia sangat muda.

Tentu saja itu pengakuan belaka. Meski mungkin ada darah Jawa mengalir dalam nadinya, Mata Hari sejatinya orang Belanda yang sempat tinggal di wilayah Nusantara mengikuti sang suami.

Dikutip dari Liputan6.com (09/08/2018), berikut 10 fakta menarik tentang Mata Hari:

  1. Calon Guru TK

Mata Hari lahir dengan nama Margaretha Geertruida ‘Grietje’ Zelle pada 7 Agustus 1876 dari pasangan pengusaha minyak Belanda yang sukses.

Margaretha alias Mata Hari tumbuh sebagai remaja bertubuh tinggi, payudaranya kecil. Namun, tubuhnya eksotis membuatnya punya daya tarik.

Rambutnya hitam dan kulitnya coklat — itu mungkin pengaruh darah Jawa yang mengalir di tubuhnya.

Kebangkrutan bisnis ayahnya pada 1889, mengubah kehidupannya secara drastis — orangtuanya bercerai, ibunya meninggal, dan dia dikeluarkan dari sekolah calon guru taman kanak-kanak karena skandal tak senonoh dengan kepala sekolahnya.

  1. Menikah dan Pindah ke Indonesia

Mata Hari menikah dengan Kapten Rudolf Macleod pada 1895 saat berusia 19 tahun.

Pernikahan itu menuntut takdirnya ke Jawa — negeri leluhurnya. Dia tinggal di Ambarawa, Jawa Tengah. Dia juga pernah tinggal di Sumatera.

Di Jawa, dia menemukan dunianya — belajar tarian Jawa dan tak seperti nyonya-nyonya Belanda lainnya, dia gemar memakai sarung.

Ketika berkorespondensi dengan kawan dan kerabat, dia memakai nama alias, Mata Hari, yang yang berarti Sang Surya, Matahari. Kelak nama itulah yang membuatnya populer dan dikenal dunia.

Malang, kehidupannya di tanah jajahan jauh dari membahagiakan. Anak lelakinya tewas, dia bercerai dengan suaminya yang gemar mabuk dan main perempuan — sekaligus terlalu cemburu dengan pesona yang dimiliki istrinya itu.

  1. Menjadi Penari Erotis

Takdir Margaretha menjadi mata-mata diawali kepindahannya ke Prancis. Pada 1905, Mata Hari ganti haluan menjadi penari eksotis di Paris dan langsung terkenal.

Ia berpura-pura menjadi seorang putri Jawa dan menyedot perhatian pengunjung karena tubuh yang langsung dan tarian yang mengundang birahi.

Dengan daya tarik sensualnya, Mata Hari menjelma jadi sosok yang dikenal. Dia punya hubungan intim dengan pejabat militer, politisi, dan orang-orang berpengaruh, bahkan jadi ‘simpanan’ putra mahkota Jerman saat itu — koneksinya ini memungkinkan dia bepergian melintasi batas-batas negara.

  1. Perceraian dan Suami yang Suka Main Tangan.

Pernikahan Mata Hari dan Kapten MacLeod tidak berlangsung mulus sehingga mereka kemudian bercerai pada 1906.

Kapten MacLeod adalah seorang yang ringan tangan dan tidak setuju dengan gaya hidup penari eksotis yang dijalankan oleh Mata Hari.

  1. Pertunjukan Terakhir

Mata Hari terakhir kalinya menggelar pertunjukan tari eksotis pada Maret 1915 dan setelahnya ia menjadi lebih terkenal sebagai pekerja seks komersial.

  1. Ditangkap Aparat

Selama Perang Dunia I (1914-1918), Mata Hari mengundang kecurigaan karena sering bepergian di antara negara-negara Eropa.

Pada 1916 ia ditangkap dan ditanyai di London atas tuduhan menjadi agen ganda.

“Saya tidak bersalah,” kata Mata Hari saat diinterogasi, tegas. “Seseorang sedang mempermainkan saya – kontra spionase Perancis. Saya sedang dalam tugas mata-mata dan saya bertindak hanya dalam perintah itu,” kata dia.

  1. Kode H-12

Saat jadi penari telanjang di Berlin, Mata Hari dikabarkan direkrut agen rahasia Jerman. Beberapa penulis biografi, misalnya, Erika Ostrovsky yakin bahwa Mata Hari pernah menjalani pelatihan di sekolah mata-mata Jerman di Antwerp, Belgia. Oleh Jerman, dia disebut dengan kode ‘H21’.

Selain jadi mata-mata Jerman, Mata Hari juga direkrut menjadi mata-mata Prancis — yang dia lakukan demi uang agar bisa hidup bersama kekasihnya yang asal Rusia, Vladmir Masloff.

Pada 1917, ketahuanlah bahwa pihak militer Jerman menyebut seorang mata-mata dengan nama samaran H-21. Pihak intelijen Prancis menduga bahwa mata-mata itu adalah Mata Hari sehingga ia pun diringkus.

  1. Dijebloskan ke Penjara

Mata Hari dijebloskan ke dalam penjara Saint-Lazare.

  1. Dihukum Mati

Hari itu, 15 Oktober 1917, berpakaian hitam-hitam, Mata Hari menghadapi 15 algojo tembak. Eksekusi pun dimulai. Sebuah peluru menembus jantungnya, satu peluru lainnya lalu ditembakkan ke telinganya, menembus batok kepala.

Mata Hari menghadapi eksekusi dengan mata terbuka. Hidup ratu mata-mata yang dijuluki ‘The Greatest Woman Spy’ itu pun berakhir.

  1. Preparat Anatomi

Setelah nyawa hilang dari raga, tak ada keluarga yang mengklaim jasadnya. Tubuh Mata Hari berakhir di meja praktek fakultas kedokteran. Sementara kepalanya disimpan di Museum Anatomi Paris.

Pada tahun 2000 diketahui bahwa kepala itu menghilang –mungkin raib saat museum itu dipindahkan pada 1954. (Uli)

%d blogger menyukai ini: