Duta HIJUP Gita Savitri Peduli Pendidikan di Kabupaten Bogor

pojoksatuid/indolinear.com
Minggu, 10 September 2017

Indolinear.com, Bogor – Duta HIJUP, Gita Savitri Devi bersama Kopel Indonesia dan YAPPIKA-ActionAid, melakukan kunjungan ke SDN Cipinang 01 di desa Cipinang, Kecamatan Rumpin.

Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian Gita terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di kab. Bogor. Khususnya kepada anak-anak yang bersekolah diruang kelas yang rusak.

HIJUP yang dikenal  sebagai Islamic fashion e-commerce pertama di dunia, turun ke lapangan melihat langsung kondisi sekolah sekaligus berdialog dengan guru dan murid-murid.

Di sekolah ini, ada empat ruang kelas dalam kondisi rusak. Salah satu diantaranya dalam kondisi rusak berat. Tidak ada plafon di ruangan itu, balok yang menjadi bekas rangka plafon bergelantungan bebas.

“Kondisi ini sangat rawan, terlebih saat musim hujan dan angin kencang datang. Sewaktu-waktu rangka atap bisa saja roboh, karena di beberapa bagian juga terlihat sudah mulai rapuh. Sementara, rangka itu harus menanggung beban atap yang bahannya terbuat dari genteng,” ujar Direktur Kopel Indonesia Syamsudin Alimsyah.

Padahal, sambungnya,  setiap hari di ruangan tersebut berlangsung kegiatan belajar mengajar (KBM) yang digunakan oleh 40 orang murid kelas IV, dari total siswa yang berjumlah 190 orang.

“Menurut pihak sekolah, sejak pertama kali dibangun pada tahun 1968 sampai saat ini, baru satu kali dilakukan rehab atap untuk empat ruang kelas tersebut,” imbuhnya.

SDN Cipinang 01 merupakan salah satu sekolah dampingan KOPEL & YAPPIKA-ActionAid. Dijadikan sekolah dampingan karena kondisinya saat ini dalam keadaan rusak, sehingga dianggap perlu dijadikan sebagai prioritas sekolah penerima alokasi anggaran pembangunan atau perbaikan ruang kelas oleh pemerintah kabupaten Bogor.

Namun, berbagai  upaya yang telah dilakukan pihak sekolah selama ini belum menuai hasil. Misalnya dengan menyampaikan langsung kondisi sekolah  melalui forum musrembang. Begitu pun dengan mengkomunikasikan ke pemangku kebijakan, tapi semuanya belum mendapat respon yang maksimal.

Melalui kunjungan ini,  Gita bersama tim HIJUP berkomitmen akan melakukan fundraising untuk sekolah ini. “Kami sekaligus mengkampanyekan ke publik untuk bersama-sama turut  peduli terhadap pendidikan. Utamanya perbaikan sekolah rusak untuk mewujudkan sekolah aman dan nyaman,” timpal Gita. (Gie)

%d blogger menyukai ini: