DPMPPPAKB Tangsel Buat Program Baru Untuk Lindungi Anak

www.indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Melakukan perlindungan terhadap anak merupakan kewajiban bagi seluruh warga Indonesia, baik itu masyarakat maupun pemerintah.

Dalam melindungi anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMPPPAKB) kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuat berbagai program.

“Di tempat lain ada kasus pelecehan anak tetapi mereka masih takut melaporkan. Kalau di Tangsel sudah berani melaporkan,  makanya kasus bisa terungkap dengan cepat ke publik,” ungkap Plt Kepala DPMPPPAKB Tangsel, Khairati.

Menurut Khairati para orangtua maupun masyarakat sudah sadar bahwa jika terjadi pelecehan terhadap anak harus segera dilaporkan untuk ditangani lebih cepat.

“Hal ini disebabkan efek psikologis anak akan terganggu dan bermasalah jika tidak ditangani sejak awal dengan cepat dan secara dini,” kata Khairati.

DPMPPPAKB Tangsel telah melakukan sosialisasi dengan kelurahan dan satgas. Sebenarnya pihaknya sudah membuka kesadaran masyarakat. Tapi tidak bisa dipungkiri kejadian di  Tangsel cukup banyak akhir-akhir ini.

“Disini kita ingin mengingatkan kepada keluarga terdekat untuk bisa selalu memperhatikan lingkungan anaknya, mulai dari lingkungan bermain, sekolah dan pergaulan anaknya. Karena keluarga yang paling utama tahu lingkungan anak dan apa yang dialami oleh anak,” jelasnya.

Hal ini bisa diketahui dengan mendeteksi perubahan tingkah laku anak dan perubahan pola anak. Misalnya anak yang tadinya riang menjadi pendiam atau anak yang tadinya biasa saja menjadi aneh.

“Orangtua harus cepat mengecek secara dini. Karena kepedulian keluarga menjadi titik tolak untuk kasus pelecehan anak. Di Tangsel sudah membuat beberapa lembaga untuk orangtua, salah satunya adalah Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga),” jelasnya.

Dalam Puspada orangtua diajarkan bagaimana cara mengasuh, bagaimana cara mendeteksi perubahan yang terjadi pada anak, dan lainnya. Selain itu ada juga P2TP2A, dimana lembaga ini terjun untuk mendampingi korban yang sudah terkena kasus hingga ranah hukum.

“P2TP2A berfungsi untuk melindungi dan mendampingi korban yang terkena kasus. Secara psikologis kita lindungi, selain itu juga ada bantuan hukum, mulai dari BAP hingga pengadilan sampai selesai, bahkan kita juga memastikan tersangka harus mendapatkan hukuman yang sesuai perbuatannya,” jelasnya.

Menurut Khairati, daerah Tangsel dengan perkembangan teknologi yang pesat, internet yang mudah di akses ini menjadi satu kemajuan yang harus disikapi hati-hati dan cerdas. Jangan sampai, mudahnya mengakses internet kemudian anak-anak bisa bebas.

“Dari kasus pelecehan anak yang sudah terjadi akhir-akhir ini, kami melakukan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan. Kami membuat langkah-langkah untuk antisipasi kekerasan pada anak,” jelasnya.

Pertama, DPMPPPAKB Tangsel membuat pertemuan dan memperkuat jejaring dengan kelompok perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.

Kedua, DPMPPPAKB Tangsel telah mensosialisasikan tentang perlindungan anak dan hak anak kepada seluruh camat dan lurah. Dijelaskan juga jejaring yang sudah dibentuk oleh DPMPPPAKB.

Ketiga, camat dan lurah kemudian mensosialisasikan ke RT dan RW didampingi oleh DPMPPPAKB.

Keempat, DPMPPPAKB Tangsel telah mensosialisasikan kepada forum anak. Pihaknya melibatkan anak dari SD hingga SMA untuk memberikan informasi terkait hak-hak yang harus didapat oleh anak. Di setiap kecamatan di Tangsel telah dirikan forum anak yang berusia 18 tahun kebawah.

Kelima, DPMPPPAKB telah membuat sistem SMS untuk semua pelaporan dari satgas, jadi tidak perlu lagi ada pelaporan menggunakan kertas secara resmi. Tinggal sms maka akan kita tindak lanjuti.

“Kita juga membuat grup WA yang isinya satgas, agar lebih cepat dan tanggap melaporkan.  Jika belum menjadi kasus kita bisa lakukan penyuluhan dan pembinaan, jika sudah menjadi kasus langsung masuk ke polisi maka kita lakukan pendampingan,” terangnya.

Keenam, DPMPPPAKB Tangsel bekerjasama dengan polres, polsek, lembaga psikologi Indonesia, Dinas Kesehatan dan P2TP2A dalam setiap kasus pelecehan anak. (Adv)