DKP3 Tangsel Terus Ajak Warga Fungsikan Rumah Jadi RPL

Eksklusif DKPPP for indolinear.com
Sabtu, 17 Maret 2018

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel terus mendorong masyarakat agar dapat memfungsikan rumah warga dan fasilitas umum sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala DKP3 Tangsel, Nur Slamet dalam kegiatan Forum OPD DKPPP di Remaja Kuring, Serpong, Tangsel pada Kamis, 15 Maret 2018. “Kita buat percontohan KRPL kemudian kita ingin mengembangkannya, sehingga di setiap rumah penduduk Tangsel ada Rumah Pangan Lestari (RPL). Minimal dari 1 kelompok 10  rumah menerapkan, nantinya berkembang menjadi 100 rumah sehingga KRPL tecapai,” kata Nur Slamet.

Nantinya per zona orang akan menanam semua, ini akan memperkuat ketahanan pangan di Tangsel. DKP3 Tangsel akan survey sekaligus sosialisasi untuk mengetahui lahan-lahan di Tangsel agar bisa dijadikan KRPL.

“Kita juga akan mengembangkan hidroponik. Ini bisa ditanam di pekarangan rumah bila pekarangan sudah di beton. Ada banyak teknik cara menanam tanaman agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Teknik menanam di pekarangan rumah ini tidak sulit, setiap keluarga pasti bisa melakukannya. Hanya memberikan pupuk lalu menyiram pagi dan sore cukup untuk merawat tanaman di rumah. Tidak ada perawatan khusus yang harus dilakukan.

Program KRPL ini bertujuan untuk menekan inflasi, jika cabe dan sayuran lain bisa diproduksi sendiri maka orang akan mengurangi belanja ke pasar sehingga harga akan stabil.

“Untuk produksi total mungkin tidak bisa namun setidaknya dapat mengurangi 20 persen dari yang biasa dikonsumsi sehari hari,” jelasnya.

Dengan adanya tanaman sayuran orang akan cenderung mau makan sayur sehingga bisa menerapkan B2SA (berimbang, bergizi, sehat dan aman).

Selain menerapkan program KRPL, DKP3 Tangsel juga memfungsikan BPP Jombang menjadi Kawasan Pertanian Terpadu dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) jadi UPTD pusat pendidikan, pelatihan dan percontohan perkotaan.

“Saat ini di BPP Jombang sudah kita sediakan Puskeswan. Disini masyarakat Kota Tangsel bisa memeriksakan hewannya secara gratis. Semua hewan peliharaan, hewan produksi, maupun peternakan bisa dikonsultasikan,” papar Nur Slamet.

Tujuan adanya Puskeswan ini untuk pengendalian penyakit hewan berbahaya kepada manusia atau hewan itu sendiri. Selain itu juga ini bentuk pelayanan kesehatan hewan yang diberikan oleh pemerintah kota Tangsel.

DKPPP Tangsel juga fokus dalam pengembangan produk bernilai ekonomis tinggi serta peningkatan nilai tambah produk pertanian, perternakan dan perikanan juga peningkatan jasa.

“Kita akan melakukan promosi pangan berbasis bahan pangan lokal non beras dan non terigu, pengembangan urban farming, peningkatan kemasan produk hasil pertanian, sertifikasi CBIB dan CPIB,” katanya.

Serta mengoptimalkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui peningkatan kerjasama dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi. (adv)

%d blogger menyukai ini: