Biaya Perjalanan Dinas Rp13 Miliar Tak Sebanding dengan Kinerja

Dewan Lukai Hati Masyarakat

Kamis, 13 Agustus 2015

indolinear.com – Besarnya biaya perjalanan dinas anggota DPRD Medan yang mencapai Rp13 miliar dalam kurun waktu 7 bulan, dianggap telah melukai hati masyarakat.

Direktur Eksekutif Forum Independen untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut, Rurita Ningrum menyebutkan, biaya perjalanan dinas yang dikeluarkan dari APBD Tahun Anggaran 2015 sangat tidak masuk akal. Sebab, dari total belanja yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas tersebut tidak memiliki dampak apapun bagi masyarakat Kota Medan.

“Wajar kalau biaya perjalanan dinas yang dianggarkan itu mencapai Rp32 miliar, karena APBD 2015
itu berkisar Rp4,6 triliun. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa biaya yang dikeluarkan itu tidak menghasilkan apapun,” ujarnya saat dihubungi Sumut Pos, Rabu (12/8).

Dilansir dari sumutpos.co, Dari sisi serapan anggaran, Rurita mengaku realisasi penggunaan anggaran tersebut belum maksimal. Karena, sudah lebih dari satu semester realisasi penggunaan anggarannya belum mencapai 50 persen. Perjalanan dinas yang dilakukan DPRD Kota Medan, kata dia, seharusnya untuk menggali informasi dari daerah-daerah lain khususnya dalam mendongkrak perolehan pendapatan asli daerah (PAD).

Bukan hanya itu, berdasarkan hasil kunjungan kerja itu dapat menghasilkan bagaimana tata cara melakukan penataan kota khususnya para pedagang kaki lima (PKL). Pasalnya, sudah banyak trotoar jalan yang seharusnya menjadi hak dari pejalan kaki berubah fungsi. Penataan pasar tradisional juga tidak maksimal, bahkan tidak ada pasar tradisional di Kota Medan yang dapat mencerminkan bahwa Kota Medan layak mendapatkan Adipura.

%d blogger menyukai ini: