California Susun Aturan Untuk Tombol Darurat di Hotel

kompascom/indolinear.com
Jumat, 5 Januari 2018

Indolinear.com – Anggota dewan negara bagian California, Amerika Serikat, mengajukan undang-undang yang mengharuskan hotel darurat untuk mencegah terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (5/1/2018), jika undang-undang itu disahkan, California akan menjadi negara bagian pertama yang memiliki aturan tersebut.

UU akan mencakup larangan bagi setiap tamu yang melakukan kekerasan atau pelecehan seksual terhadap karyawan hotel, untuk menginap di hotel selama tiga tahun.

“Pekerja hotel sering bekerja sendiri, membersihkan kamar demi kamar, sehingga mereka rentan terhadap kekerasan seksual,” kata anggota dewan, Bill Quirk.

“Karyawan hotel harus merasa aman saat melakukan pekerjaan mereka,” ujar anggota dewan lainnya,  Al Muratsuchi.

Dia sering mendapat laporan tentang bahaya menjadi karyawan hotel yang berisiko mendapatkan pelecehan seksual, sehingga UU ini akan menjadi langkah penting bagi karyawan untuk tetap aman.

Juru bicara Asosiasi Perhotelan California, Lynn Mohrfeld mengaku belum menerima salinan cetak rancangan UU tersebut sehingga belum dapat berkomentar lebih jauh.

“Sebagai sebuah industri, kami akan selalu fokus memastikan hotel sebagai tempat yang aman bagi semua orang yang bekerja dan menginap,” katanya.

Laporan dari Unite Here Local 1, serikat pekerja hotel di Chicago, menemukan sejumlah 58 persen pekerja hotel yang disurvei di Ilinois tahun lalu, pernah mengalami pelecehan seksual oleh tamu.

Tamu-tamu hotel bahkan sering mengekspos diri dan bertelanjang saat petugas hotel menjawab panggilan dan mendatangi kamar mereka.

Sebelumnya, kota Seattle pernah melakukan pemungutan suara yang mengharuskan pemilik hotel untuk menyediakan tombol panik. Selain itu, kota Long Beach, California, juga mempertimbangkan peraturan tersebut, namun menggugurkannya pada ahir tahun lalu. (Gie)

 

%d blogger menyukai ini: