AS Menangguhkan Penggunaan Silikon Untuk Implan Payudara

liputan6com/indolinear.com
Minggu, 14 Januari 2018

Indolinear.com, Washington, DC – 25 tahun lalu, yakni 6 Januari 1992, Pemerintah Amerika Serikat menyarankan dokter untuk menangguhkan penggunaan silikon implan payudara, sambil menunggu penyelidikan keamanannya.

Langkah tersebut dilakukan setelah terdapat kekhawatiran di seluruh dunia bahwa implan payudara silikon dapat bocor, pecah, hingga menyebabkan luka atau penyakit.

Food and Drug Administration (FDA) AS mengatakan bahwa ahli bedah harus menangguhkan tindakan operasi implan payudara selama 45 hari, sementara bukti baru diperiksa oleh panel khusus.

Pada November tahun sebelumnya, FDA menerima 2.500 keluhan dari perempuan yang menjalani prosedur implan silikon di payudaranya. Mereka mengeluh mengalami masalah seperti rasa sakit terus-menerus, pengerasan jaringan payudara, dan memburuknya kesehatan.

Banyak ahli bedah Inggris menuduh Pemerintah AS menyebarkan kekhawatiran atas kasus tersebut. Mereka bersikeras bahwa implan payudara aman dilakukan, meski ada beberapa efek samping yang dilaporkan sejak diperkenalkan lebih dari 30 tahun lalu.

“Kami masih menunggu bukti yang menunjukkan pengamatan ilmiah bahwa ada bahaya dari implan,” ujar Dr Paul Levick dari National Hospital for Aesthetic Plastic Surgery, seperti yand dilansir dari Liputan6.com (12/01/2018).

“Ada banyak histeria yang muncul dan ada banyak hasil yang menyesatkan.”

“Kami masih menunggu bukti yang menunjukkan pengamatan ilmiah bahwa ada bahaya dari implan ini,” imbuh dia.

Pada tahun itu, setidaknya dua juta wanita di Amerika dilaporkan memiliki implan payudara, di mana 80 persennya untuk alasan kosmetik.

Di Inggris, sekitar 100.000 perempuan telah menjalani operasi pembesaran payudara dan sekitar setengahnya dilakukan untuk merekonstruksi payudara setelah melakukan operasi pengangkatan payudara akibat kanker. (Uli)

%d blogger menyukai ini: