972 Taruna Ikuti Latsitarda ke-38 di Serang

bantennewscoid/indolinear.com
Jumat, 13 April 2018

Indolinear.com, Serang – Sebanyak 972 taruna mengikuti Latihan Siswa Integrasi Taruna Wreda atau disingkat dengan Latsitarda Nusantara di Provinsi Banten. Para Taruna ini akan disebar ke 4 wilayah Banten diantaranya Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan ini dikhususkan bagi taruna akademi militer TNI AD, AU dan AL serta Akademi Polisi (Akpol). Selain taruna Akmil dari ketiga angkatan dan Akpol, juga diikuti peserta dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta mahasiswa yang ada di Banten.

Latsitarda ini akan dilaksanakan selama sebulan dari 12 April hingga 8 Mei 2018. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto membuka acara tersebut.

Penglima menyampaikan sedikitnya 5 amanat penting pada para taruna agar dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Sebab kegiatan pendidikan latsitarda ini penting untuk kehidupan keberagaman di Indonesia.

“Saya tekankan agar senantiasa mendekatkan diri pada tuhan yang maha esa yaitu Allah SWT, iringi setiap penugasan dengan keikhlasan, kesungguhan dan tanggung jawab, berbaur dengan masyarakat, pahami kebudayaan bangsa, jadikan kesempatan ini sebagai peluang untuk mengembangkan wawasan kemampuan pengetahuan dan bekal, bangun integrasi dan kerjasama yang baik di masyarakat,” ujarnya dikutip dari Bantennews.com, Kamis (12/4/2018).

Dandim 0602 Letkol Czi Harry Praptomo mengatakan opening ceremony diisi berbagai atraksi diantaranya, drum band dan persembahan tarian kolosal dari penari lokal. Sementara untuk kegiatan inti secara garis besar fisik dan nonfisik. Taruna di bagi dalam satuan latihan (satlat) yang digelar di sejumlah kabupaten dan kota.

Untuk kegiatan fisik, para taruna akan membantu pengerjaan proyek seperti kegiatan pembangunan jalan, pengerjaan masjid dan merehab rumah layak huni (RLH). Dalam kegiatan nanti, taruna juga akan dibantu masyarakat.

Sementara untuk kegiatan nonfisik, para taruna akan memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba, miras dan pelatihan-pelatihan pada masyarakat untuk selalu berkontribusi buat daerah.

“Jadi dalam pelatihan ini mereka memberikan contoh dan sosialisasi agar ke depan para generasi ke depan lebih baik, “ucapnya. (Gie)

 

%d blogger menyukai ini: