115 Orang Tewas Dalam Kecelakaan Eastern Airlines

liputan6com/indolinear.com
Senin, 8 Januari 2018

Indolinear.com, New York – Pada Tanggal 24 Juni 1975 42 tahun yang lalu, sebuah pesawat Eastern Airlines dengan nomor penerbangan 66 jatuh di dekat Bandara Internasional John F. Kennedy di New York, Amerika Serikat. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 115 orang tewas.

Dilansir dari Liputan6.com (06/01/2018), pesawat dengan tipe Boeing 727 mengalami kecelakaan akibat wind shear, yakni angin kencang yang mengalami perubahan secara mendadak.

Pada sore harinya di tanggal 24 Juni 1975, wilayah New York dihantui badai petir parah yang disertai angin kencang dan hujan lebat. Badai petir itu menyebabkan microbursts — angin yang menghempas ke bawah dalam skala kecil nan sangat intens — dan sangat berbahaya bagi perjalanan udara.

Dua penerbangan berbeda yang telah tiba terlebih dahulu di Bandara John F. Kennedy, melaporkan adanya masalah signifikan akibat angin yang membuat mereka harus mendarat secara darurat.

Eastern Airlines nomor penerbangan 66 yang semula berangkat dari New Orleans, tiba-tiba terbawa angin kencang dan mendarat tak sempurna.

Pesawat itu menabrak deretan lampu pembatas lapangan pacu sehingga merobek bagian luar sayap kiri. Pesawat itu akhirnya hancur berkeping-keping di atas permukaan tanah.

Hanya tujuh penumpang dan dua pramugari yang selamat dari kecelakaan itu. Pesawat yang semula dalam kondisi baik-baik saja langsung terbakar. Sebanyak 109 penumpang dan enam awak kapal lainnya harus kehilangan nyawa. (Uli)

%d blogger menyukai ini: